Getting to know GTC: Interview with Ibu Cici Viviani (Bahasa Indonesia)

Posted on by Jean Linsky

 

Dalam seri seri wawancara berikutnya, kami bertemu dengan ahli konservasi yang berdedikasi yang bekerja dengan GTC untuk menyelamatkan pohon yang paling terancam di dunia dari kepunahan. Ibu Cici Viviani adalah Koordinator Program Herbarium dan Reboisasi di Orangutan Foundation International (OFI) di Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu Cici memimpin kontribusi OFI untuk proyek GTC ‘Securing the future of threatened tree giants in Borneo’

Bagaimana Anda pertama kali mulai bekerja di Konservasi?

Pertama sebelum masuk ke dunia conservasi bersama OFI, sebelumnya saya merupakan seorang karyawan di salah satu perusahaan Finance yang sudah bekerja selama 7 tahun sebagai Head Operasional. Karena tanggung jawab didalam keluarga semakin besar dan jam bekerja semakin panjang hingga larut malam karena closing akhir bulan, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya.  Setelah resign selama kurang labih 1 tahun, saya berniat untuk memulai bekerja kembali. Saya memiliki adik yang sudah 1 tahun bekerja bersama OFI dan dia mulai mereferensikan saya untuk masuk dan ikut bekerja bersama di bidang konservasi, karena saya merupakan lulusan dari universitas jurusan Forestry Ibu Profesor Birute apresiasi dan menerima saya bekerja bersama OFI. 4 bulan membantu ibu Profesor menjalankan penelitian, setelah itu saya ditunjuk untuk menjadi Koordinator di Herbarium dan mulain menjalankan Konservasi yang merupakan salah 1 project OFI. Sampai sekarang sudah 3 tahun saya menjalankan project reboisasi bersama teman-teman team Herbarium.

Ibu Cici works to curate the herbarium and run the reforestation program at OFI. Credit: Ibu Cici Viviani/OFI

Bagaimana Anda berkontribusi di Global Trees Campaign (GTC)?

Untuk Project Reboisasi terhadap 2 jenis Dipterocarp yaitu Balangeran dan Meranti Durian, kami mulai menjalankan project ini 2 tahun yang lalu. Untuk jenis Balangeran sebelum menjalankan project ini bersama NatGeo kami memang sudah lebih dulu melakukan Reboisasi dengan menanam jenis ini. Sehingga ketika project ini dijalankan kami sudah membuat planing untuk pencarian bibit dan melalukan penanaman di lahan OFI yang bekas terbakar tahun 2015. Untuk jenis Meranti Durian kami sudah melakukan identifikasi dan akan memulai kembali untuk pencarian bibitnya. Kami berharap dengan adanya kerjasama ini bersama OFI dalam bidang reboisasi bisa membantu kami dalam kegiatan penanaman sampai dengan monitoring. Dapat memberikan Kontribusi yang baik untuk mempercepat pemulihan hutan pasca kebakaran tahun 2015.

The nursery at OFI provides seedlings for reforestation of peat swamps. Ibu Cici shows the nursery to the participants of the Workshop on Conservation of Dipterocarpaceae in Borneo. Credit: Ruth Linsky/OFI

Prestasi konservasi apa yang paling Anda banggakan?

Dari setiap kegiatan penanaman untuk conservasi yang kami lakukan bersama team Herbarium, banyak hal yang kami lakukan selama dilapangan, kebersamaan dan kekompakan bersama team merupakan satu tolak ukur keberhasilan pencapaian tujuan yang kami lakukan. Karena kegiatan yang dilakukan sekarang tidak langsung memperlihatkan hasil dari kerja keras itu, perlu waktu sampai tanaman yang kita tanam tumbuh dan terlihat besar. Dan ketika tanaman yang kita tanam tumbuh dan besar perlu untuk menjaga dan merawatnya seperti anak kecil yang baru tumbuh yang perlu bimbingan orang tua untuk hidup, demikian juga tumbuhan. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika melihat tanaman yang kita tanam tumbuh subur dan berkembang baik.

Cerita yang paling mengesankan selama di lapangan?

Bekerja di Luar Ruangan selalu memberikan cerita yang seru yang menyenangkan sekaligus juga menantang. Bagi kami team yang selalu berada dilapangan langit sudah seperti atap rumah bagi kami, yang memberikan hujan dan terik matahari ketika kami bekerja menanam untuk reboisasi. Ketika berada dilahan penanaman dan bermalam sampai 4 hari di camp, dalam 1 team kami selalu bersama, ketika dihutan makanan dan minuman yang kami makan seadanya saja tetapi kebersamaan dan kekompakan yang membuat semuanya menjadi terasa nikmat. Dan ketika berada dilapangan kami sudah mempunyai tugas pekerjaan masing-masing, team laki-laki melakukan perintisan jalur tanam, dan team perempuan menugal lubang tanam dan menanam.

Shorea balangeran is ready for transport to the reforestation planting sites. Credit: Ibu Cici Viviani/OFI

Pohon terancam favorit?

Dalam kegiatan Workshop Dipterocarp yang dilaksanakan di Borneo menambah pengetahuan kami tentang pohon dan identifikasi, untuk jenis tanaman Meranti Durian yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting/ Camp Leakey merupakan tanaman pilihan yang tepat untuk menjadi Project ini,  merupakan suatu pengalaman baru bagi kami untuk banyak belajar mengembangbiakan dan memperbanyak jenis Dipterocarp dari Camp Leakey, untuk bisa di tanam ditempat lain seperti rawa kuno yang menjadi tempat project Reboisasi kami.

Apa hal mudah yang dapat dilakukan orang untuk mendukung konservasi pohon?

Dalam kegiatan reboisasi yang kami lakukan kami juga menggunakan tenaga outsorsing, tenaga kami dapatkan dari sekitar Desa dekat lokasi penanaman. Kami memperkerjakan penduduk setempat untuk membantu menanam, selain itu kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat disekitar untuk bisa tahu dan mendukung kegiatan yang kami lakukan, kami juga membuka Herbarium untuk kegiatan Edukasi anak sekolah, mengajari mereka tentang mencari bibit di hutan, menanam dan bagaimana cara menjaga hutan. Ada sekitar 5.000 bibit yang sudah ditanam di herbarium, dan menunggu waktu untuk siap ditanam dilahan reboisasi kami.

The local community plays a key role in the reforestation program at OFI. Credit Ibu Cici Viviani/OFI

Pertanyaan terakhir – produk pohon apa yang tidak bisa Anda hidup tanpanya?

Dalam kehidupan sehari-hari hasil hutan masih selalu saya gunakan, contohnya kertas yang mungkin untuk bisa di gunakan seminimal mungkin.

If you would like to find out more about those working with GTC to save threatened tree species, then our last interview is here.

Header image credit: Ibu Cici Viviani

Written by Jean Linsky

Jean coordinates the Southeast Asia Botanic Gardens (SEABG) Network. Based in Taiwan, she is involved in working with network members to develop and facilitate the regional conservation programme. Jean contributes to the Global Trees Campaign, through project management on practical tree conservation projects around the Asia Pacific region.

Add new comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.